Universitas Muhammadiyah Buton Menyelenggarakan Kegiatan Seleksi Wawancara Calon Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS)
Baubau, 11 Juni 2024 — Universitas Muhammadiyah Buton menyelenggarakan kegiatan Seleksi Wawancara Calon Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung Korea sebagai bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan ruang akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.
Seleksi wawancara tersebut merupakan tahapan lanjutan dalam proses rekrutmen anggota Satgas PPKS yang bertugas menjalankan fungsi edukasi, pencegahan, pendampingan korban, serta penanganan kasus sesuai regulasi yang berlaku. Para peserta diwawancarai oleh tim seleksi yang terdiri dari Wakil Rektor I Bidang Akademik, bapak Dr. Firman Alamsyah Mansyur, S.Pd., M.A., Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling, bapak Unhaluddin T. Kurniawan, S.Pd., M.Pd.Kons, dan Kepala Bidang Kepegawaian dan SDM Biro Adminstrasi Umum dan Kepegawaian, Ibu Endang Ayu Astuti Adiningsih, S.IP., yang memiliki kompetensi di bidang perlindungan dan etika kampus.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia dalam hal ini Wakil Rektor I Bidang Akademik, bapak Dr. Firman Alamsyah Mansyur, S.Pd., M.A., menyampaikan bahwa pembentukan Satgas PPKS merupakan implementasi kebijakan nasional sekaligus dukungan terhadap program Kampus Merdeka yang menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman dan berintegritas. Selain itu, keberadaan satgas diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pencegahan kekerasan seksual serta prosedur pelaporan yang benar.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Korea Universitas Muhammadiyah Buton bertempat di Kota Baubau yang berjalan dengan tertib dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan kesiapan serta komitmen untuk berkontribusi aktif dalam menciptakan budaya kampus yang berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perlindungan terhadap seluruh warga kampus.
Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, universitas berharap dapat membentuk Tim Satgas PPKS yang profesional, responsif, dan berintegritas guna mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan tinggi yang aman dan bermartabat.