Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Buton Gelar Rapat Penyegaran dan Penyamaan Persepsi Auditor AMI
Baubau, (29/08/2026) – Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Buton menggelar rapat pelaksanaan Audit Mutu Internal dengan agenda penyegaran dan penyemaian persepsi bagi seluruh auditor internal. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat FAI Gedung B Universitas Muhammadiyah Buton ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan pelaksanaan AMI yang akurat, objektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Rapat yang dihadiri oleh seluruh auditor internal dari berbagai fakultas dan unit kerja ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, ibu Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan penyegaran auditor menjadi momen krusial untuk memastikan seluruh auditor memiliki pemahaman yang selaras mengenai mekanisme dan standar audit yang berlaku.
"Penyegaran dan penyamaan persepsi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya kita bersama untuk memperkuat kompetensi auditor dalam menjalankan tugasnya. Auditor adalah ujung tombak penjaminan mutu yang bertugas memotret realitas pelaksanaan standar di setiap unit kerja. Oleh karena itu, pemahaman yang seragam terhadap instrumen dan prosedur audit menjadi harga mati," ujar Beliau dalam arahannya.
Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari komitmen Universitas Muhammadiyah Buton dalam membangun budaya mutu yang terstruktur dan terukur. Sebagaimana diketahui, AMI merupakan instrumen strategis dalam siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang mencakup penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar pendidikan tinggi.
Dalam sesi inti, para auditor mendapatkan pemaparan mengenai teknik audit berbasis risiko, metode verifikasi dokumen, serta strategi pelaporan temuan audit yang konstruktif. Materi yang disampaikan menekankan bahwa auditor hadir bukan sebagai pencari kesalahan, melainkan sebagai mitra perbaikan bagi setiap unit kerja yang diaudit.
"Seorang auditor harus menjunjung tinggi integritas, independensi, objektivitas, dan profesionalisme. Temuan audit harus didasarkan pada bukti yang valid dan dapat diverifikasi, serta menghasilkan rekomendasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola akademik maupun nonakademik," tegas pemateri dalam paparannya.
Penyegaran persepsi ini juga menjadi ajang diskusi interaktif antar auditor dalam berbagi pengalaman dan kendala teknis yang dihadapi saat pelaksanaan audit di tahun-tahun sebelumnya. Suasana diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan semangat seluruh auditor untuk terus belajar dan memperbaiki sistem penjaminan mutu di lingkungan Universitas Muhammadiyah Buton.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Buton berharap seluruh auditor dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan menghasilkan audit yang akuntabel. Pelaksanaan AMI yang efektif diharapkan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan mutu institusi secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian visi Universitas Muhammadiyah Buton sebagai perguruan tinggi yang unggul dan bereputasi internasional.
Rapat penyegaran ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan AMI Tahun 2026 yang rencananya akan dilaksanakan dalam beberapa minggu kedepan, yang mencakup seluruh fakultas, lembaga, biro, dan program studi di lingkup Universitas Muhammadiyah Buton.