Hari Kedua Rapat Program Kerja & Anggaran UM Buton 2027, Lembaga Penjaminan Mutu Dalami Pembahasan Anggaran Setiap Unit Kerja
Baubau (11/09/2026) – Lembaga Penjaminan Mutu kembali menghadiri hari kedua Rapat Program Kerja dan Anggaran Universitas Muhammadiyah Buton Tahun 2027. Rapat hari kedua ini berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Agama Islam, Gedung B Universitas Muhammadiyah Buton Lantai II, dengan agenda utama "Pembahasan Anggaran setiap Fakultas, Biro, Lembaga, dan Unit Kerja, serta Program Studi" di lingkup UM Buton.
Rapat dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, ibu Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M., beserta jajaran Wakil Rektor, Para Dekan, Kepala Biro, Ketua Lembaga, Ketua Unit Kerja, dan Ketua Program Studi. Kehadiran LPM pada sesi ini menjadi bagian dari fungsi pengawalan mutu terhadap perencanaan anggaran yang diajukan oleh masing-masing unit, agar selaras dengan standar mutu pendidikan tinggi dan prioritas strategis universitas.
Berbeda dengan hari pertama yang lebih banyak membahas arah kebijakan dan target kinerja, agenda hari kedua difokuskan pada penajaman rincian anggaran. Setiap Fakultas, Biro, Lembaga, Unit Kerja, dan Program Studi diberikan kesempatan untuk memaparkan usulan anggaran beserta justifikasi program yang akan dijalankan pada tahun 2027. Pemaparan dilakukan secara bergantian dan dibahas bersama untuk memastikan efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas penggunaan dana.
Dalam arahannya, Rektor UM Buton menekankan bahwa penyusunan anggaran harus berbasis pada kebutuhan riil dan capaian kinerja, bukan sekadar rutinitas tahunan. Beliau juga mengingatkan pentingnya keterkaitan antara program kerja dan indikator mutu yang telah ditetapkan.
"Anggaran adalah alat untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Pastikan setiap rupiah yang direncanakan benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," tegas Rektor.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Buton, bapak Dr. Suardin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya akan mencermati setiap usulan anggaran dari sisi kesesuaian dengan standar mutu, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan indikator akreditasi, peningkatan kapasitas dosen, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal (SPMI).
"Kami akan memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan penjaminan mutu, pelatihan, audit internal, dan evaluasi kinerja benar-benar tersedia dan proporsional. Ini penting agar upaya peningkatan mutu tidak berhenti pada tataran perencanaan," ujar Ketua LPM.
Pembahasan pada hari kedua ini juga menyoroti sejumlah pos anggaran strategis, seperti pengembangan laboratorium, peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, penguatan perpustakaan, digitalisasi layanan akademik, serta pembiayaan kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Beberapa unit juga mengusulkan program inovasi yang mendukung pencapaian visi Universitas Muhammadiyah Buton sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Seluruh usulan anggaran yang telah dibahas akan dihimpun dan disinkronkan oleh tim penyusun RKAT sebelum ditetapkan secara resmi. Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Buton berkomitmen untuk terus mendampingi proses ini hingga tahap penetapan dan implementasi, guna memastikan tata kelola anggaran yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada mutu.
Rapat hari kedua ini ditutup dengan penyusunan catatan rekomendasi dari masing-masing unit, yang akan menjadi bahan finalisasi Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Universitas Muhammadiyah Buton Tahun 2027.